Dari Kebun ke Peluang Usaha: Mahasiswa KKN UNWIRA Kelompok 04 Ajak Pemuda Jemaat Pniel Tefneno Koro'oto Desa Nekmese Berinovasi Lewat Anggur Pisang

03 August 2026  |  Desa Nekmese, Kecamatan Amarasi Selatan, kabupaten Kupang  |  165 kali dilihat

Selesai Foto Berita

Foto bersama pemuda Jemaat Pniel Korooto

KUPANG, ASTRIAINITIA.COM- Di tengah melimpahnya hasil panen pisang yang selama ini hanya dijual sebagai buah segar, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Desa Binaan Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA) Kupang Kelompok 04 menghadirkan sebuah inovasi yang membuka harapan baru bagi masyarakat Desa Nekmese. Melalui pelatihan pembuatan anggur pisang, para mahasiswa mengajak generasi muda untuk melihat bahwa hasil pertanian lokal tidak hanya layak dikonsumsi, tetapi juga dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.

Kegiatan yang diikuti para pemuda Jemaat Pniel Tefneno Koro'oto Desa Nekmese ini merupakan salah satu program kerja mahasiswa KKN Desa Binaan UNWIRA Kelompok 04 dalam mendukung pemberdayaan masyarakat berbasis potensi desa. Dengan mengusung semangat kreativitas, kewirausahaan, dan pemanfaatan sumber daya lokal, pelatihan ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang inovatif serta siap menciptakan peluang usaha di desa.

Pelatihan berlangsung dalam suasana yang interaktif. Para peserta tidak hanya memperoleh penjelasan mengenai manfaat dan prospek usaha anggur pisang, tetapi juga mengikuti praktik secara langsung, mulai dari pemilihan buah yang berkualitas, proses pengolahan dan fermentasi. Antusiasme peserta tampak dari banyaknya pertanyaan dan diskusi yang muncul selama kegiatan berlangsung.

Menurut mahasiswa KKN Desa Binaan UNWIRA Kelompok 04, pemilihan anggur pisang sebagai produk pelatihan didasarkan pada potensi Desa Nekmese yang memiliki hasil panen pisang cukup melimpah. Selama ini, komoditas tersebut belum banyak diolah menjadi produk bernilai tambah. Padahal, melalui inovasi pengolahan, pisang dapat menjadi produk khas desa yang tidak hanya meningkatkan pendapatan masyarakat, tetapi juga memperkuat identitas ekonomi lokal.

Pemerintah Desa Nekmese menyambut baik inisiatif mahasiswa KKN tersebut. Kepala Desa Nekemse melalui hasil wawancara kami, sangat mengapreasiasi program yang digagas oleh kelompok 04. Program ini dinilai mampu membuka wawasan masyarakat, khususnya para pemuda, tentang pentingnya mengembangkan potensi desa melalui inovasi. Keterlibatan generasi muda menjadi modal penting dalam menciptakan usaha-usaha baru yang mampu memberikan dampak positif bagi perekonomian desa.

‘’Sebagai Kepala Desa Nekmese tentuntanya  saya sangat mengapresiasi program mahasiswa KKN Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA) Kelompok 04 yang menghadirkan pelatihan pembuatan anggur pisang sebagai upaya pemberdayaan masyarakat. Menurut saya,  kegiatan ini mampu mendorong pemuda untuk memanfaatkan potensi lokal menjadi produk bernilai ekonomi, membuka peluang usaha, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia berharap inovasi tersebut dapat terus dikembangkan menjadi produk unggulan Desa Nekmese dengan dukungan pemerintah desa dan partisipasi aktif generasi muda’’. Ujar bapak Jems.

Selain itu beliau juga menambahkan beberapa hal yang berkaitan dengan potensi pisang di desa yang cendrung belum bisa dimanfaatkan dengan baik oleh masayarakat setempat, di mana masyarakat hanya memanfaatkan pisang untuk kebutuhan pokok dan makanan ternak babi.

Bagi para peserta, pelatihan ini menjadi pengalaman baru yang memberikan inspirasi untuk memanfaatkan potensi yang selama ini ada di sekitar mereka. Tidak sedikit peserta yang berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut dengan pendampingan hingga tahap produksi dan pemasaran, sehingga anggur pisang benar-benar dapat menjadi produk unggulan Desa Nekmese. Kelvin Ora, selaku ketua pemuda Pniel Koro Oto Desa Nekmese  menyampaikan apresiasinya kepada mahasiswa KKN Desa Binaan Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA) atas pelaksanaan pelatihan pembuatan anggur pisang di Desa Nekmese. Menurutnya, kegiatan ini memberikan wawasan baru kepada masyarakat, khususnya para pemuda, tentang cara mengolah pisang menjadi produk bernilai tambah.

’’Kami sangat bersyukur karena ada pemahaman baru yang kami dapat. Kami memiliki potensi yang besar tapi kami kekurangan ide yang kreatif, tapi kami bersyukur dengan kedatangan teman-teman mahasiswa disini untuk membuka pemahaman tentang cara pembuatan pisang bukan cuma hanya digoreng atau direbus tapi bisa pemanfaatan untuk di bidang-bidang lain. Untuk itu kami sangat berterima kasih kakak-kakak mahasiswa yang sudah meluangkan waktu untuk membuat kegiatan’’, ucap Kelvin

Melalui kolaborasi antara mahasiswa KKN UNWIRA Kelompok 04, pemerintah desa, dan masyarakat, pelatihan ini menjadi bukti bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan sosial, tetapi juga melalui transfer pengetahuan dan inovasi yang mampu menciptakan nilai tambah. Dari buah pisang yang tumbuh di kebun-kebun warga, kini mulai tumbuh pula harapan akan lahirnya wirausaha muda dan produk khas Desa Nekmese yang dapat dikenal lebih luas.


Penulis: Gabriel Posintus Nawa-Mahasiswa Arsitektur, UNWIRA Kupang. 

Bagikan Berita Ini
Untuk Instagram, klik "Salin Link" lalu tempel di Story atau DM kamu.
Komentar (1)
Ed
03 Aug 2026, 03:55

Mntp mistere